Satu mesin sangrai kecil, satu papan kapur
Cissy Coffee dibuka pada 2019 dengan dua belas kursi dan satu mesin sangrai berkapasitas 2 kg. Pendirinya ingin satu hal: tahu persis dari kebun mana setiap cangkir berasal.
Sekarang kursinya 34 dan mesin sangrainya lebih besar, tetapi papan menunya masih ditulis tangan setiap pagi.

Orang di balik bar
Cecilia Santoso
Pendiri & penyangrai
Membuka Cissy Coffee pada 2019 setelah sembilan tahun bekerja di bar orang lain. Masih menyangrai sendiri setiap Selasa dan Jumat.
Dimas Prakoso
Kepala bar
Menyusun papan menu harian dan memutuskan biji mana yang naik ke V60 minggu ini.
Ratna Ayu
Dapur & pastri
Datang pukul 05.30 untuk adonan croissant. Srikaya pandannya resep neneknya.
Cara kami memilih biji
- 1.
Biji dari Indonesia saja
Semua biji kami berasal dari kebun di Indonesia, dibeli lewat koperasi atau pengepul yang bisa kami kunjungi.
- 2.
Disangrai sendiri, sedikit-sedikit
Dua kali seminggu, maksimal 6 kg per sangrai, supaya tidak ada biji yang menunggu lebih dari dua minggu.
- 3.
Papan menu ditulis tangan
Kalau biji habis, coret saja. Menu yang jujur lebih penting daripada menu yang rapi.